Get Adobe Flash player

CARA MELAKUKAN VALIDASI HASIL ASSESSMENT (Studi Kasus DALAM PERSPEKTIF KM Implementation di PT. XYZ) ---> The End

4 Akses informasi vs Akses Pengetahuan

Salah satu hal paling konkret dalam aktivitas KM adalah pendokumentasian pengetahuan sehingga dapat dimasukan kedalam repository perusahaan dan kemudian digunakan oleh setiap pekerjadi perusahaan tersebut. Hal yang kemudian kembali menjadi pertanyaan adalah sehubungan dengan masalah prosedur pembatasan akses. Oleh BoD, isu ini pada dasarnya tidak perlu dijadikan suatu penghambat. Pembatasan akses terhadap beberapa informasi dan data diakui sebagai suatu hal yang perlu dalam perusahaan tersebut, namun pengetahuan dipihak lain adalah suatu hal yang seharusnya secara terbuka boleh diakses oleh semua orang. Untuk itulah perlu diadakan suatu metode dokumentasi yang bertujuan untuk menangkap lesson learned dari tiap aktivitas atau informasi penting yang ada dalam perusahaan tersebut. Lesson Learned inilah yang kemudian dapat menjadi pengetahuan yang dapat secara bebas diakses oleh seluruh pekerja perusahaan tersebut.

5.   Kodifikasi pengetahuan

Berkaitan dengan poin pentingnya pengkodifikasian informasi atau data menjadi suatu pengetahuan, muncul pertanyaan mengenai metode apa yang dapat digunakan untuk memastikan agar pengetahuan yang dikodifikasikan adalah pengetahuan yang penting dan dibutuhkan oleh organisasi. Menurut pihak Konsultan pada dasarnya terdapat tiga hal yang perlu diperhatikan sehubungan dengan pengkodifikasian dalam KM:

§ Pengkodifikasian bukanlah merupakan suatu hal yang statik melainkan dinamis

§ Kodifikasi tidak perlu berupa pengetahuan

§ Kodifikasi dapat berupa Personifikasi, yaitu eksternalisasi pengetahuan bukan dalam bentuk dokumen namun berbentuk pengidentifikasian lokasi expert yang memahami pengetahuan tersebut (Expert Locator/Yellow Pages)

Pada akhirnya, peserta mengambil kesimpulan bahwa masalah People sejauh ini merupakan isu utama yang menjadi penghalang keberhasilan KM. Memaksakan pekerja untuk melakukan aktivitas KM akan membuat aktivitas tersebut menjadi tidak efektif dan terancam sustainibiltasnya. Untuk itulah  maka perlu ditemukan tidak saja faktor pendorong namun juga penarik pekerja untuk mau secara aktif berpartisipasi dalam KM. Faktor pendorong dapat dilakukan dengan memasukan KM kedalam Performance Management System (PMS), sedangkan faktor penarik dapat dilakukan dengan menciptakan skema Reward& Recognition dan juga perancangan program KM yang menarik dan tidak rumit. Pihak SDM juga perlu memberikan perhatian lebih pada Pool of Talent yang akan tercipta baik dalam KM Champion atau orang-orang yang secara aktif terlibat dalam aktivitas KM.

Berkaitan dengan hal tersebut, bahwa setidaknya ada 3 hal yang perlu diamankan guna mendukung keberhasilan KM yaitu:

1. Komitmen dari pihak manajemen

2. Memasukan KM dalam PMS

3. Internalisasi KM, agar KM tidak dilihat sebagai beban melainkan sebagai suatu hal yang bermanfaat..

Untuk langkah kedepannya, disepakati pentingnya penciptaan kerjasama antara SDM, Tim KM dan KM Champion Ketiga pihak ini harus dapat berkolaborasi untuk mengembangkan program-program yang dapat menciptakan semangat adversity (atau militansi) dalam belajar. Hal ini akan memunculkan cara-cara baru yang kreatif dan tentunya lebih menyenangkan dalam belajar. Secara jangka panjang,  hal ini diharapkan dapat mengakselerasi proses pembelajaran yang biasa dilakukan oleh pekerja.

 

Add comment


Security code
Refresh

Ir.Hembang Simanjuntak, M.Psi.T

Practice HC & KM (Practice HR AND KM)

News On Facebook

Login



Album

Seminar kor...
Image Detail
Seminar kor...
Image Detail
Seminar kor...
Image Detail
Seminar kor...
Image Detail
Seminar kor...
Image Detail

Categories

Latest Comment

Visitors

free counters